Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Smart Board Menjadi Fasilitas Andalan bagi FH Untan

Peresmian  smartboard oleh FH Untan (doc. ActaDiurna) ACTADIURNA FH UNTAN - Fakultas Hukum Untan telah meresmikan penambahan fasilitas baru yakni smartboard atau papan tulis pintar yang berfungsi sebagai tempat untuk menulis dengan tampilan seperti televisi LED berukuran besar layaknya laptop ataupun proyektor di ruang 5 FH Untan pada Jum’at (05/11/2021).   Muhammad Jasmi selaku peserta dalam peresmian smartboard ini berharap bahwa dengan adanya sarana atau fasilitas smartboard dapat meningkatkan keefektifan hukum dalam meningkatkan kualitas Pendidikan di FH Untan, “Dalam teori efektivitas hukum, ada beberapa faktor yang menentukan keefektifan suatu hukum. Salah satunya adalah factor sarana atau fasilitas yang mendukung penegakan hukum. Dengan adanya sarana ini, kita sebagai insan hukum tentu menginginkan agar keefektifan hukum itu dapat tercapai. Namun selain dari itu, kita juga berharap smartboard yang dimiliki dapat meningkatkan kualitas Pendidikan di FH Untan." Tuturnya. Ia pu

Masa Depan Mahasiswa Fakultas Hukum Di Era Modern

   ECFL adakan webinar bertemakan "karir di masa depan untuk mahasiswa Hukum" (doc. Acta Diurna) ACTADIURNA FH UNTAN - English Club Fakultas Hukum (ECFL) sukses adakan webinar bertemakan karir untuk mahasiswa Hukum yang diadakan secara Virtual via Zoom, pada Sabtu,(30/10/2021). Acara ini sukses diselenggarakan dengan menghadirkan pemateri dari berbagai profesi hukum diantaranya, dosen Fakultas Hukum, Notaris, dan Kejaksaan. Bintang Olga S.H salah seorang Alumni FH Untan yang sekarang bekerja sebagai Jaksa di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak menyampaikan peluang karir dan profesi yang banya k dicari pada era moder n. “Peluang karir yang bisa didapat mahasiswa fakultas hukum itu sangat banyak, keuntungan kita menjadi mahasiswa fakultas hukum adalah terdapat banyak kesempatan untuk berkarier dimanapun karna dengan adanya kemajuan teknologi ini beberapa profesi bisa digantikan dengan robot, berbeda halnya dengan profesi hukum dimana kita semua para penegak hukum harus mampu