Langsung ke konten utama

FKMI Al Mizan Gelar Sharing Sassion Khusus MABA 2021

Gambar Oleh FKMI Al Mizan 

ACTADIURNA, FH Untan- Forum Keluarga Mahasiswa Islam (FKMI) Al Mizan gelar acara Sharing Session khusus mahasiswa baru Fakultas Hukum UNTAN angkatan 2021, via Zoom Meeting. Pada Selasa (10/8/21)

Muhammad Jasmi selaku Koordinator acara menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya  kegiatan sharing session ini yakni untuk memberikan informasi tambahan kepada MABA 2021 tentang kampus dan sebagai wujud peduli senior kepada junior.

“Tujuan utama dari kegiatan tersebut ialah mempererat hubungan senior-junior yang humanis. Rasa peduli kepada junior. Adapaun tujuan lainnya adalah sebagai wadah berbagi ilmu seputar kampus kepada maba, karena pada saat ini maba sangat membutuhkan informasi kampus.” Ujarnya saat diwawancarai pada Rabu (11/8/21)

Respon mahasiswa baru terhadap pelaksanan kegitan sharing session ini sangat baik. 

“Alhamdulillah, maba pada kegiatan tersebut lumayan responsif, komunikasi terjalin seakan-akan maba itu sudah dekat dengan juniornya.” lanjutnya

Hal ini sejalan dengan respon dari Mira Falidza, salah satu peserta pada kegiatan sharing session menyampaikan bahwa kegiatan sharing session memberinya banyak informasi dari para pemateri dengan cara penyampaian yang mudah diterima.

“Menurut Mira Sharing Session kemarin sangat menarik, apalagi banyak pelajaran dan informasi yang bisa Mira ambil. Cara penyampaian kakak-kakak juga bisa dimengerti dan seru, jadi Mira ga merasa boring selama kegiatan kemaren.” Ujarnya saat diwawancarai pada Rabu (11/8/21)

Harapan pihak penyelenggara setelah acara ini berlangsung yakni mempererat hubungan antara senior kepada junior.

“Harapannya ialah adanya hubungan yang erat antar senior dan junior. Dan dari hubungan tersebut terjalin komunikasi yang mendidik. Para senior dalam hubungan ini bisa memberikan contoh baik dan memberi solusi baik dari problem maba. Sehingga maba mendapatkan tempat ternyaman dalam berkomunkasi perihal kampus dan hal lainnya.” Tutup Jasmi.


Penulis : Epa Pariyanti

Reporter : Epa Pariyanti

Editor: Andi Rahmawati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi : "Negara Lucu" Karya Ragil Eldar Leonanta

 Gambar Oleh LPM Acta Diurna Negara Lucu karya : Ragil Eldar Leonanta Terlahir dari sebuah perjuangan Pertumpahan darah tak terhindarkan Kini tercapai cita-cita yang diinginkan Melihat merah putih yang selalu dikibarkan. Namun sekarang rakyat sedang bersedih Melihat negara yang mulai teronggoti Akibat penguasa yang memperkaya diri Kebebasan di halangi oleh hukum di negeri ini Namun hanya untuk rakyat yang tidak bermateri Semua dapat  di manipulasi jika kau bisa memberi Pencuri kecil di tangkap dan di hakimi Kasus tikus berdasi di tutut-tutupi dan di lindungi Bagai pisau yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas Yang kecil akan semakin tertindas Selucu inikah negeriku ? Wakil rakyat namun tak memihak kepada rakyat Penuh dengan aturan yang hanya membuat benturan Tak pernah menuntun namun selalu di tuntut Tak sehaluan dapat mengancam diri sendiri Bagai boneka yang selalu di leluconi Benar kata pendahulu negeri Perjuanganku akan lebih mudah melawan penjajah Namun kalian akan l...

Opini : Membongkar Kekerasan Seksual Dalam Pandangan Hukum Indonesia

                                                Oleh Mulia azzahra Perlindungan, Indonesia terus menghadapi tantangan dalam penanganan kasus kekerasan seksual yang sering kali mengguncang masyarakat. Undang-undang yang telah ditetapkan tidak hanya bertujuan untuk menetapkan standar hukum yang jelas, tetapi juga untuk melindungi hak-hak korban yang terkena dampaknya. Namun, di balik kerangka hukum yang ada, masih terdapat beberapa kendala yang signifikan. Tantangan utama yang dihadapi adalah stigma sosial yang kuat terhadap korban kekerasan seksual. Stigma ini seringkali menyebabkan korban enggan melaporkan kejahatan yang mereka alami karena takut direndahkan atau tidak dipercaya oleh masyarakat sekitar. Kurangnya pemahaman tentang pentingnya isu kekerasan seksual di kalangan masyarakat juga menjadi penghalang dalam upaya pencegahan dan penanganannya. Selain itu, komple...

Puisi "Diskusi" Karya Sahrul Gunawan

  (Ilustrasi Acta Diurna) Diskusi Seperempat malam mencabik situasi sebelum pejam Ada beberapa perihal hidup redup yang harus ditulis ulang Tentang ayah yang mendesah kelelahan Tentang ibu yang memasak sedu sedan Juga tentang anak yang nanar menuntut kerajaan Ritme awal bisu, Masing-masing terpaku. Lalu satu pihak mulai meninggikan intonasi, membaca puisi keluh kesah yang selama ini menjadi petunjuk arah Satu pihak lagi memecah kaca, Menusuk malam hingga koyak gelapnya Sedang pihak ketiga berkukuh meminta nasi "Ayah, ibu, aku belum makan malam ini" Serempak dua pasang mata menajamkan ujungnya "Nak", "Malam ini kamu jadi menunya". Sepuluh detik Setelah anak Memutar fikir, Diskusi berakhir. Karya : Sahrul Gunawan