Langsung ke konten utama

Pelaksanaan PKKMB Justitia Muda 2021


 Gambar Oleh Acta Diurna

ACTADIURNA, FH Untan- Telah dilaksanakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Justitia Muda Fakultas Hukum Untan 2021 pada Kamis, (12/8/21).

Agus,S.H.,M.H selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menyampaikan, bahwa sistem pembelajaran bagi mahasiswa pada masa pandemi ini sudah disiapkan dengan baik, agar dapat sampai kepada Mahasiswa.

“Saya yakin bahwa rencana yang kita sudah siapkan dalam hal pembelajaran, khususnya dari prodi ini dapat sampai kepada mahasiswa. Sehingga mahasiswa dapat menerima segala materi-materi pembelajaran yang sudah disiapkan oleh prodi. Tidak ada halangan-halangan bagi mahasiswa baru khususnya dalam hal menerima dan menjalani mata kuliah yang sudah diprogramkan. Jadi kita harapkan mereka juga aktif, tidak hanya dalam hal daring tetapi juga sering kali bertanya apabila sesuatu mereka tidak tahu” ujarnya saat diwawancara (12/8/21)

Annisya Anggraeny salah satu mahasiswa baru putri yang mengikuti kegiatan PKKMB secara luring menyampaikan bahwa kegiatan PKKMB ini cukup menarik.

“PKKMB tahun ini cukup menarik, karena ada yang mengikuti PKKMB ini secara daring dan juga luring” ujarnya.

Berbeda dengan pendapat Caesar Marchelo Miracle selaku ketua BEM FH Untan. Ia mengatakan kurang efektifnya kegiatan PKKMB tahun ini, dikarenakan ada beberapa kendala mulai dari jaringan sampai dengan penuhnya kuota peserta zoom.

“Terkait efektivitas PKKMB Justitia Muda tahun ini saya rasa sebenarnya kurang efektif. Dari awal pembukaan yang dilakukan Untan itu saya rasa banyak sekali kendalanya, mulai dari jaringan dan penuhnya kuota peserta zoom. Tetapi Untan punya cara untuk mengantisipasinya, yaitu melalui live streaming dari youtube Untan. Akan tetapi tentu saja ini masih kurang maksimal. Oleh karena itu besar harapan kita semua PKKMB di tiap fakultas bisa berjalan dengan baik dan bisa melihat kekurangan dari Untan agar di fakultas tidak terjadi kesalahan” Tutupnya (12/8/21).


Penulis : Hilma Suhaila dan Dyvatya

Editor : Andi Rahmawati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi : "Negara Lucu" Karya Ragil Eldar Leonanta

 Gambar Oleh LPM Acta Diurna Negara Lucu karya : Ragil Eldar Leonanta Terlahir dari sebuah perjuangan Pertumpahan darah tak terhindarkan Kini tercapai cita-cita yang diinginkan Melihat merah putih yang selalu dikibarkan. Namun sekarang rakyat sedang bersedih Melihat negara yang mulai teronggoti Akibat penguasa yang memperkaya diri Kebebasan di halangi oleh hukum di negeri ini Namun hanya untuk rakyat yang tidak bermateri Semua dapat  di manipulasi jika kau bisa memberi Pencuri kecil di tangkap dan di hakimi Kasus tikus berdasi di tutut-tutupi dan di lindungi Bagai pisau yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas Yang kecil akan semakin tertindas Selucu inikah negeriku ? Wakil rakyat namun tak memihak kepada rakyat Penuh dengan aturan yang hanya membuat benturan Tak pernah menuntun namun selalu di tuntut Tak sehaluan dapat mengancam diri sendiri Bagai boneka yang selalu di leluconi Benar kata pendahulu negeri Perjuanganku akan lebih mudah melawan penjajah Namun kalian akan lebih berat kar

Kesadaran terhadap Toxic Relationship menjadi fokus TLF 2022

  Gambar oleh ActaDiurna FH Untan  ACTADIURNA FH Untan- Tanjungpura Law Festival 2022 yang diadakan oleh Justitia Club sukses menggelar webinar nasional dengan tema “Ketika Cinta Menjadi Toxic : Abuse In Relationship” melalui zoom meeting pukul 07.30-selesai pada Sabtu, (5/3/2022). Benny B Hendry selaku ketua panitia T anjungpura Law Festival (TLF) itu menerangkan bahwa , latar belakang Justitia club mengambil tema dalam webinar nasional ini karena maraknya kekerasan dalam hubungan yang sering dianggap remeh, “Latar belakang utamanya adalah semakin maraknya kekerasan dalam hubungan, kami melihat bahwa kekerasan dalam hubungan ini , apalagi hubungan dalam bentuk pacaran, sering dianggap remeh oleh banyak orang. Padahal dampak yang ditimbulkan sama saja, dan tindak kekerasan tidak dapat dibenarkan. Jadi tema TLF tahun ini mengangkat kekerasan dalam hubungan dengan tujuan memberikan atensi dan edukasi kepada masyarakat terhadap kekerasan , ” Ungkapnya. Benny B Hendry pun menam

Puisi "Diskusi" Karya Sahrul Gunawan

  (Ilustrasi Acta Diurna) Diskusi Seperempat malam mencabik situasi sebelum pejam Ada beberapa perihal hidup redup yang harus ditulis ulang Tentang ayah yang mendesah kelelahan Tentang ibu yang memasak sedu sedan Juga tentang anak yang nanar menuntut kerajaan Ritme awal bisu, Masing-masing terpaku. Lalu satu pihak mulai meninggikan intonasi, membaca puisi keluh kesah yang selama ini menjadi petunjuk arah Satu pihak lagi memecah kaca, Menusuk malam hingga koyak gelapnya Sedang pihak ketiga berkukuh meminta nasi "Ayah, ibu, aku belum makan malam ini" Serempak dua pasang mata menajamkan ujungnya "Nak", "Malam ini kamu jadi menunya". Sepuluh detik Setelah anak Memutar fikir, Diskusi berakhir. Karya : Sahrul Gunawan